Informasi Pengguna Kawat Gigi atau Behel

Mahal nggak sih pakai behel? Sakit nggak sih pakai behel? pertanyaan itu pasti selalu berlalu-lalang dipikiran mereka yang ngerasa butuh pakai behel tapi takut atau nggak berani.

So, i want share my story about brace hehehe

Aku udah pakai behel atau kawat gigi selama dua tahun. Yas! bukan sebentar itu. 

Maaf bagi readers yang non-muslim karena aku masukin sedikit unsur islamnya. Menurut hukum islam, behel itu nggak diperbolehin kalau cuman untuk sekedar gaya, nggak pede sama gigi yang nggak rata atau ngikutin trend gitukan. Makanya aku juga sempet ragu, tapi setelah cari sana-sini, baca artikel dimana-mana. Tetep nggak boleh ya... hehehe. Pakai behel itu boleh asal untuk alasan kesehatan. Nah, aku sendiri juga pake behel nggak sekedar asal pakai biar gaya, biar giginya blink-blink hehehe. Karena alasan kesehatan yang nggak bisa aku share secara terang-terangan karena bakal aneh rasanya kalau ngeshare penyakit sendiri wkwk. Yang pasti waktu itu pak dokter dan ibu dokter yang aku datengin selalu bilang inti percakapan yang sama "Ini harus dipasang kawat gigi kalau mau sembuh, daripada tiap tahun ke dokter." Setelah masa perenungan yang nggak tau selama apa, akhirnya aku putuskan untuk pasang kawat gigi.

Mahal nggak sih?

Mahal atau murah itu dilihat dari kesanggupan kantong masing-masing ya. Kalau kamu anak konglomerat, kayaknya ngeluarin duit buat beli mobil lamborghini sama aja kayak ngeluarin upil, gampang. 

Pertama, dokter gigi bakalan nanyakin mau pakai yang permanen atau lepas pasang ?
Yang pasti kalau pake yang permanen lebih cepat selesai daripada yang lepas pasang. Behel permanen itu kayak yang kebanyakan orang pakai, yang ada warna-warninya. Kalau yang lepas pasang itu kayak cuman kawat doang. Udah gitu aja. Jadi bisa lepas pasang semau pemakai. Kalau nggak pede-an biasanya lebih milih yang lepas pasang. Kenapa ? Pas keluar rumah nggak dipakai, pas di rumah dipakai. Ya, gitu lah.

Kalau aku? Aku sendiri pakai yang permanen. Karena pemikiranku "Biar cepet kelar (lepas)". Misal nih, pakai yang permanen ngabisin waktu sampai 2 tahun, pakai yang lepas pasang bisa sampai 3 atau 4 tahun. Kelamaan kan. Jadi aku saranin pakai yang permanen aja. Nggak pede diliat orang ? pede-pede-in aja. Awalnya nggak pede ? itu pasti. Dulu aku juga gitu, bahkan kayaknya siapapun nggak pede sama penampilan baru gitu, tapi tetep aja, seiring berjalannya waktu pasti terbiasa dan mulai pede, atau bersikap "bodo amat".

Kembali lagi ke topik Mahal atau Murah? kalau untuk permanen yang aku pakai sekitar 2,5jt untuk satuannya. Kalau pakai untuk gigi bagian atas dan bawah jadinya sepasang, sekitar 5jt. Kebetulan pas itu aku ke dokter yang udah jadi langganan keluarga jadi dapet diskon, hehehe. Oh iya, behel permanen pun masih ada pilihannya, ada yang dari Amerika sama negara mana gitu, aku lupa. Aku pake yang "katanya" dari Amerika. Kalau dari negara yang satunya itu katanya bisa karatan, tapi harganya lebih murah. Aku pribadi sih nggak bisa ngebayangin ya gimana rasanya ada karat dalam mulut, jadi mending pake yang lebih mahal tapi aman. Kalau permanen yang "katanya" bisa karatan itu harganya sekitar 2jt satuannya, jadi kalau pasang untuk gigi atas bawah sekitar 4jt.

Oh iya, behel itu ada yang dipasang didalam dan diluar, kan. kalau aku sendiri sih pakai yang diluar. Denger-denger sih pakai behel yang di dalam itu bisa bikin lidah robek, nggak tau deh gimana rasanya yang pasti sakit.

Sakit nggak sih?

Sakit! Sakit! Sakit! yang bilang nggak sakit bohong wkwkwk. But wait, sakit nggak selamanya, kok. Kalau sakit terus nggak mungkin bisa senyum gitu kan.

Awalnya emang sakit, karena gigi harus beradaptasi. Yang bikin sakit apanya sih? yang bikin sakit itu karet behelnya. Karet behelnya itu yang warna-warni itu. 

Jadi pas pakai behel itu, gigi yang biasanya gak diapa-apain tiba-tiba dikekang gitu. Dieret-in gitu lah. itu tuh yang bikin sakit. 

Sebelum dipasang behel, diapain?

Pasang behel nggak asal datang ke dokter gigi dan langsung dipasang. Nggak secepat itu! 

Sebelum dipasang behel, gigi kita bakalan dibuatin replikanya. Si dokter bakalan nyiapin adonan macam adonan kue yang mirip slime, soalnya teksturnya mirip gitu, Adonan itu bakalan ditaruh di wadah yang bentunya setengah oval. Terus nanti masuk ke mulut dan didiamkan beberapa menit biar dia kecetak. Karena aku pasang behel atas bawah, jadi dua kali. Jangan kaget sama sensasinya mulut kemasukan slime wkwk, agak nek tapi cuman awalnya doang, kok. 

Replika itu tuh yang bakalan jadi before-after nanti. Replika itu pun disimpen sama dokternya, bukan kita bawa pulang. hehehe.

Perlu perawatan?

Perawatan behel itu perlu dan harus dilakukan. Frekuensinya? frekuensi itu tergantung sama dokternya ya, kalau pas awal pemakaian itu setiap dua minggu sekali. Dan frekuensi itupun tergantung sama sejauh mana perubahan sama giginya. Bisa jadi, tiga minggu, sebulan, dua bulan, bahkan tiga bulan. Eits, yang udah lebih dari sebulan itu udah nggak masuk perawatan ya. Kalau kontrolnya sampe bulanan gitu berarti udah mau lepas behel, jadi emang nggak perlu sering-sering kontrol. 

Kalau aku sendiri sih sekarang kontrolnya setiap satu bulan. Oh iya, kalau udah pakai behel jangan males-males kontrol ya, semakin males kontrol semakin lama pula pakai behelnya. Jadi kalau dokter udah nyuruh sebulan sekali, ya jangan molor.

Yang perlu diperhatikan saat jadwal perawatan?

Ini nih penting, perawatan nggak asal perawatan. 

Jadi, setiap perawatan itu biasanya kita bakalan ngerasain sakit lagi. Kenapa? Misal karet behel yang dipakai udah dari tiga minggu yang lalu, pasti si karet bakalan melar, kan. Terus diganti dengan karet yang baru, yang masih erat. Sakit lagi lah. 

Terus yang perlu diperhatiin apanya? Yang perlu diperhatiin adalah jadwal pribadi kita. Karena kalau gigi udah sakit, jangankan makan, senyum dan bicara aja susah. Jangan sampai besok ada acara keluarga atau acara reuni atau acara penting lainnya dan sehari sebelumnya malah kontrol ke dokter. Pas di acara teman-teman pada asyik senyum berfoto selfie, ngegosip dan bahas asik, yang kalian lakuin malah matung dipojokan sambil meratapi gigi yang sakit.

Jadi usahakan kontrol gigi tiga atau empat hari sebelum acara jadi nggak akan ngeganggu momen kalian. Atau setelah acara juga bisa kan. Kalau aku sendiri sih biasanya sangat aku perhatikan sama jadwal ulangan dan presentasi hehehe, terutama ulangan matematika yang membutuhkan konsentrasi penuh, jadi nggak bisa sakit sambil konsentrasi gitu kan. Begitu juga presetasi, presentasi yang emang mengutamakan pembicaraan mengharuskan untuk berbicara, so pasti nggak bisa sakit gigi sambil ngomong, Yang ada nyiksa diri sendiri. Boleh lah jadwal perawatan molor satu atau dua hari.

Perawatan juga bayar?

Ya bayar lah. Pas perawatan atau kontrol itu karet behel bakalan diganti sama yang baru. So, pasti dokter juga beli yang baru soalnya kan hehehe. Berapa biayanya? kalau aku sih 100rb untuk gigi atas bawah. Kalau cuma sebaris gigi berarti 50rb.

Karet Behel

Karet behel ada dua macam, ada yang satu setiap satu gigi, dan ada yang untuk sebaris gigi (nyambung). Saat awal pemakain akan dikasih yang satuan, yang satuan aja udah sakit, apalagi yang nyambung.

Karet sambung bakalan dipakai disaat yang tepat menurut dokternya. Dan siap-siap aja ya, pakai yang karet sambung sakitnya lebih sakit daripada yang satuan.

Dan pemilihan warna itu suka-suka ya. Mau warna kalem atau ngejreng, terserah. Kalau warna favorit aku sih abu-abu, jadi nyatu warnanya sama behelnya dan nggak kelihatan ngejreng, hehehe. Tapi ya jangan abu-abu terus, kesannya nggak pernah ganti hehehe. Pakai satu warna atau lebih juga suka-suka. Kalau aku sih walaupun udah pakai behel dua tahun belum pernah pakai warna selang-seling, belum mau hehehe. kalau mau make mejikuhibiniu juga bisa kok, order by req hehehehe.

Kalau sakit, bisa makan?

Bisa. Tapi liat dulu apa makanannya. Teksturnya yang lembut atau berkuah jadi prinsip makannya "langsung telan". Kalau aku sih sukanya bubur, tapi bukan bubur nasi gitu. Soalnnya bubur nasi biasanya tetep butuh bantuan gigi untuk nelennya, Soalnya kalau udah sakit dari kontrol, jangankan gigi kena gigi, gigi kena lidah aja sakit. Aku biasanya bikin mie instan itu aku masak sampai overcook gitu, jadi mateng banget. kayak bubur kan? hehehe. Yang penting tetep bisa dimakan dan langsung ditelan. Aku juga sering makan sup krim yang bisa dibeli matengnya di KFC atau bubukannya di supermarket terdekat,merk royco. Sehat? nggak. Iya tahu nggak sehat, tapi daripada nggak makan, ya nggak papa lah ya makan makanan nggak sehat, asalkan nggak sering.

Mau sehat? bisa disiasati dengan konsumsi jus. Aku saranin jus pisang, karena pisang itu emang buah yang bikin kenyang hehehe. 

Biji behel?

Aku nggak tahu namanya apa, aku sih nyebutnya biji behel ya. Itu tempat melekatnya si karet behel. Biji behel bisa melekat di gigi karena dilem. Yang pasti lemnya khusus, bukan lem fox, castol, apalagi lem kertas. Bukan!. Tapi karna salah makan atau masalah lain bisa aja si biji lepas. Biasanya karna aku makan kerupuk atau tempe kering yang emang keras gitu, bisa lepas biji behelnya. 

Terus gimana kalau lepas? Nggak usah panik. Simpen aja di tempat sampe jadwal perawatan ke dokter baru dibawa biar dipasang lagi. 

Kalau hilang? bayar lah. Mau yang baru ya bayar, sekitar 50rb per biji.

Syukur-syukur kalau pas sadar biji behel lepas, ada loh yang nggak sadar dan akhirnya ketelan. Terus gimana? Kata dokter gigiku sih biji behelnya aman, nggak akan kenapa-kenapa, dia juga bakalan keluar dengan sendirinya setelah melawati proses pencernaan. Jangan tanya gimana dia bisa keluar, karena alhamdulillah aku belum pernah ketelan bijinya, paling lepas disaat makan, jadi bisa dicopot sendiri.

After 2 Years

Setelah pemakaian yang memakan waktu 2 tahun ini, gigi jadi terbiasa ditarik ulur sama karet, jadi udah nggak sakit walaupun setelah kontrol dari dokter. Kira-kira setelah satu setengah tahun lebih pemakaian aku baru nggak sakit setelah kontrol. Sebelum itu? Sakit.

Giginya dicabut?

Ini beda ya setiap orang, tergantung sama kondisi gigi masing-masing. Ada yang perlu dicabut, ada yang nggak perlu dicabut. Aku sendiri sempat dicabut satu gigi, dan sakitnya itu ya..... ya gitu lah.

Sebenernya aku kasihan sama si gigi yang dicabut, dia nggak salah apa-apa kondisi juga baik-baik aja. dia sehat jasmani dan rohani tapi malah dicabut. Tapi ya emang kata dokternya harus dicabut, jadi ya tercabutlah. Dan aku masih inget betul sebelum dicabut itu gusinya disuntik obat bius dulu, dan aku agak takut sama jarum suntik, jadi ya rasa sakitnya belum lupa hehehe.

Nah, setelah gigi dicabut itu dikasih waktu selama tiga hari tanpa kawat dan karet behel, mungkin biar giginya rileks atau apa gitu. Setelah tiga hari barulah dipasang ulang kawat dan karena habis dicabut so pasti ada banyak space yang tersisa, Nah, ini nih yang bikin sakit banget. Tapi jangan takut, jangan sampai karna takut sakit terus nggak mau dicabut sesuai kata dokter, yang ada percuma kontrolnya, nggak akan ngaruh. Jangan takut karena sakitnya nggak akan sampai seminggu, cuman beberapa hari. siapin aja mie instan dan sup krim yang banyak hehehe. Karena hidup harus tetap berlanjut, jangan nyerah sama rasa takut.

Okay, That's all my review. Want to ask? ask on comment ya.
Thanks for read :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi: Ksatria Labu